Senin, 28 November 2011

Pantai Pasir Putih Situbondo............

Bagi kalian yang ke pantai untuk sekedar maenan air, atau yang suka Diving dan Snorkling tidak usah jauh-jauh ke luar pulau atau keluar negeri, Di Jawa Timur daerah Situbondo ada pantai yang cukup terkenal, yuph, Pantai Pasir Putih Situbondo, letaknya tak jauh dari kawasan PLTU PAITON, karena posisi kita ada di Surabaya Kita berangkat menuju terminal Bungurasih, mau tidak mau kita menumpangi bus PATAS dengan harga 22.000 ke arah probolinggo terlebih dahulu, karena arah Situbondo adanya pukul 11.30 WIB melanjutkan perjalanan dengan bus AKAS biasa dengan tarif 12.000, karena bis AC untuk jam  segitu belum melewati kota Probolinggo karena keretapun tidak ada yang menuju ke arah Kota Situbondo, kitapun rela oper dari bis ke bis dengan tujuan akhir Pantai Pasir Putih Situbondo dan sampailah kita di Situbondo pukul 14.30 WIB dan bersamaan dengan adik perempuan ku dan teman laki2nya. Kami menyewa Snorkling untuk berenang karena sore hari laut sudah mulai pasang dan bagus untuk bermain air :p
pukul 16.00 WIB, rehat sejenak sebelum bermain air :D
Ali Mashuri dan Snorkling

Saat mencoba snorkling, walaupun tak canggih berenang :D


Berlayar melihat terumbu karang

Jika kita ingin melihat indahnya terumbu karang tanpa Diving kita bisa menyewa perahu hanya dengan harga Rp.50.000, tapi karena kita menawar lagi akhirnya kita mendapatkan harga yang lumayan murah, hanya  Rp. 30.000, muatan perahu bisa 2 sampai 6 orang untuk menyaksikan keindahan terumbu karang dan Situbondo. Pemandangan di sana tak kalah jauh indahnya dengan pantai yang lain, karena pantai ini bukan pantai selatan yang terganjal keterbatasan berenang karena ombak, disini kalian bisa berenang sepuasnya :D


Foto ini di ambil pukul 05.30 pagi saat laut surut
Bagi yang biasa bangun siang antara jam 8 sampai jam 10, saya sarankan hilangkan kebiasaan kalian saat mengunjungi pantai. Pukul 05.00 WIB kalian harus wajib stand by disana menyaksikan Sunset, ditambah lagi surutnya laut, pas banget buat yang suka hunting foto lanscape. so happy Holiday Guys :D

Salam mbolang  :)

Kamis, 24 November 2011

I Wanna Grow Old With You...


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... 
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu 


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... 
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...

- Kahlil Gibran -


Selasa, 01 November 2011

Di awal November

November, begitu cepat hari berlalu. entah bagaimana aku harus mengawali dengan perasaan seperti apa, apakah secepat hari-hari ini berlalu, pagi-pagi sudah merasa amat sesak, nyesak lebih tepatnya. semalam aku merasakan perasaan gundah, galau bercampur tanda tanya yang tak terhingga banyaknya, entah apa yang sudah aku lakukan padanya, aku sendiri tak tahu. Saat ini di mejaku bertumpuk kertas yang harus aku kerjakan menjadi tumpukan kertas yang hanya aku pandangi dengan tatapan kosong, masih dengan perasaan galau, berharap siang nanti di saat aku bertemu dengan banyak mahasiswa, memanfaatkan ilmu, semua semangat itu kembali padaku. I Hope So :) 
- Alfi -


Jumat, 30 September 2011

Perjalanan yang mendadak itu..

26 September 2011

Tepat pukul 09.00 pagi, di ruang kerja ku, disaat badan ini masih remuk redam karena selesai mengantarkan saudara jauhku ke Surabaya, ngantuk sangat, duduk di depan meja Direktur yang saat itu masih izin ke Mataram, what can I do in this Monday? *dalam hati masih ngerundel.. Mas Labib datang ke ruangan dengan pakaian masih sangat sangat rapi dan menenteng sepatu yang belum sempat dipakainya, tiba-tiba nyeletuk "ada yang mau ke Jakarta nggak nanti jam 11 harus berangkat" aku sontak menoleh antara ingin dan ragu, dan Mbak Peny menyahut, "mauuuuu" aku masih terdiam "aku juga mau sih sebenarnya" tak tahu kenapa aku tiba2 menyahut seperti itu "kenapa nggak Dinda aja mas?" Mas Labib masih terdiam dan berkata "yah, biar rata aja, gantian, kalo iya kalian boleh berangkat berdua kok, asal pulangnya naik kereta aja ya, hehehe" sontak seneng juga sih saat lagi pengen mbolang eh lumayan ada kunjungan geratesss, tanpa pikir panjang akhirnya jam berlalu dengan cepat, Mbak Peny pulang menyiapkan tiket pesawat Lion Air dengan harga yang Nauzubillah, 1.100.000
gile bener sih! apa karena ke Jakarta? apa karena ini hari senin? apa karena yang mau naik belom pernah kesana? hehhe.. pentanyaan itu bertubi-tubi dalam benak ku, aku memang belum punya pengalaman kesana, bayangan malas ku yang menuntunku malas kesana, karena paling nggak jauh beda sama Surabaya, macet, panas, banyakan mall nya.. 
Mobil Mas Labib terus melaju mengantarku ke rumah Mbak Peny Grio Mapan Sentosa, Sidoarjo, bergegas kita lanjut ke Bandara Juanda, kilat, cepat dan memang menuntut kita kesana sebelum jam 4 sore. Ternyata tiket kita berdua dapat diskon tapi tetap saja dengan harga selangit, 2.045.000 (doh) mahal amit sih.. akhirnya selesai bourding kita menunggu di ruang tunggu dan Mas Labib meninggalkan kita dengan titipan berkas penelitian Kampus "hati-hati ya adek-adek ku, selamat kembali ke Surabaya" sms yang kutrima pukul 12.00 siang itu juga menuntunku jalan menuju pesawat yang akan membawaku ke ibu kota, 1 jam perjalanan udara, Yes, Here Im.. Jakarta. dengan menumpang bus Damri Blok M, aku masih memegang peta pesanan dari Mas Labib, sesuai prosedur. Mbak Peny sepertinya terlihat sangat senang dengan perjalanan kita berdua yang langka ini, dalam hati kecilku juga. setelah ngobrol lama di dalam bis, ada bapak2 disamping kita yang paham ibu kota dan ternyata beliau juga orang Sidoarjo. setelah menanyakan kantor KEMENDIKNAS, bapak itu menyarankan kita turun di pintu senayan 1, sampailah sudah pemberhentian kita, dengan langkah lebar dan memang tergesa-gesa kita mencari gedung yang dituju, dan 1 gedung kita coba tanyakan pada security dan akhirnya salah, gedung berikutnya ada Tulisan (apa ya lupa..) hehhe.. di cumtomer servise ada perempuan usinya sekitar 25 tahun sedang ngakak dan asik ngobrol di telepon, kita DICUEKIN!!! customer service model apaan ini, akhirnya aku menanyakan kantor DP2M, Mbak Peny pun juga menegaskan tapi jawaban dia amat sangat kecut "apa? DP2M? apaan ya itu" kecut sekali, amat sangat menghina wajahnya, tanpa banyak omong aku memberikan kertas alamat yang dituju "oalah Dikti.. dibelakang ya" masih kecut, orang kayak gitu kok dipelihara, harusnya customer service tuh ramah, kalo dia, hadeh... akhirnya kita melanjutkan langkah kita lagi. ketemu sudah di sambut gadis berjilbab manis pula, ramah.. customer service di gedung Dikti menunjukkan ruangan pojok seperti gudang ternyata itulah tempat yang kita tuju selama perjalanan kita. hanya butuh waktu 2 menit untuk mengumpulkan berkas. akhirnya selesai sudah, amanah sudah sampai dengan selamat tepat pukul 15.15, Alhamdulillah yah :p, karena kita kelaparan setelah mondar mandir tempat yang kita tuju saat itu adalah kantin, kemuadian kita sholat dimasjid terdekat.

perjalanan kita berikutnya menuju Pondok Gede Bekasi, yang dimana saat itu kita tempuh dengan Busway, dengan harga 7000 untuk 2 orang kita menuju pemberhentian ke arah Benhil, setelah sekitar 6 menit kita turun dan bertanya kepada petugas disana untuk melanjutkan perjalanan menuju Pinang Ranti, kita berjalan menyusuri jembatan layang yang naik turun tak kunjung smapai, banyak pekerja lalu lalang, cukup seneng liat pemandangan itu, hampir pekerja disana menggunakan jasa angkutan daripada motor, tidak seperti di Surabaya, yang orangnya kadang jaim menggunakan jasa angkutan, masih di jembatan layang, kulihat Mbak Peny yang ngos2an akupun bertanya "capek sist?" Mbak Peny tersenyum "Lumayan pin, tuh liat di depan ternyata perjalanan kita masih seperempat" aku melihat dengan seksama ternyata benar, panjang jembatan layang itu sekitar 500 meter, lumayan, sambil melihat kanan kiri, ternyata benar Jakarta tak beda Jauh dengan Surabaya, bedanya cuman pada cuaca, disana lebih adem daripada Surabaya yang Panas, akhirnya Trans Jakarta menuntunku ke arah Pinang Ranti, 15 menit berlalu kita harus pindah bis lagi untuk sampai ke Bekasi, Trans Jakarta bertuliskan Pinang Ranti, kami pun berdesak2 desakan di dalam bis, selama kurang lebih 30 menit juga, hape ku berdering mengabarkan pada Sahabat di Jakarta, Mas Oky kalo saya di Ibu Kota, tapi kesibukan dia yang membuat kita tak bisa kopi darat, sampai sudah, ternyata pemberhentian kita adalah terakhir, dan masih menempuh dengan angkot sekitar 5 menit pejalanan dan sampailah kita pada mall yang bertuliskan Pondok Gede, 25 menit menunggu Pakde Mbak Peny yang kemudian membawa kita melaju ke daerah Perumahan Jatiwaringin Bekasi.

Rabu, 21 September 2011

Indonesia, Kutapakkan setiap langkah ini pada keindahanmu.......

Sejuta Harap, Sejuta Makna, Sejuta Alam, Aku Bersamamu Indonesiku


-Alfiah Agustin-



Setelah Kembali Dari Mahameru, dari kiri.. wahyu, Rizky, Bang Rio, O'om, alfiah agustin, Mbak dini, Bang zabo



Di atas Dek (Pantai Pasir Putih Situbondo)



Pemberhentianku sebelum Menuju puncak Mahameru

Pantai Parang Tritis Yogyakarta

Arum Jeram seru bersama kawan trainer outbound 

Rabu, 14 September 2011

BACKPACK...... !!! kapan kau datang kembali di kehidupanku ><, kembali menyusun strategi agar bisa membagi waktu antara kerjaan dan liburan.. pengen seperti dulu kemana2 dengan ransel dan converse belel yang setia kemanapun :D

Sekarang, lagi amat sangat kepingin sekali BACKPACKER.. gak tau kemana pokoknya liburan, sudah pusing dengan tuntutan kerja dan kegalauan malam yang sering datang.. jadi inget backpacker tahun lalu bareng sobatku si cempreng waktu di jogja. 

Tertidur amat sangat pulas di depan momumen 1 Maret Yogyakarta :p

Foto itu di ambil oleh si cempreng waktu tertidur di Monumen 1 Maret Yogyakarta, dan ironisnya backpacker waktu tepat tanggalnya dengan tanggal monumen itu :D

Sepatu setia itu..........................


Aku akan memakai lagi RANSEL, SEPATU di atas :p, KAMERA kalo ada :D.. kangen mereka :(