Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2012

Cumi oh Cumi

Ditengah kemacetan 
Karena semalem tidak keturutan membeli cumi dan ikan gurami, paginya adik perempuan ku mengajak ke Kenjeran untuk membeli ikan cumi di pelelangan ikan arah akan menuju pantai Ria Kenjeran, sebelum beli pun niat sudah bulat untuk memasaknya dengan bumbu "Cumi Asam Manis" sampai di bela-belain browsing semaleman dengan resep yang pas, sesampai di Jalan Raya Kenjeran banyak motor yang ke arah yang sama dengan tujuan kita, bedanya mereka lebih dress up dari pada kita yang cuma pake baju rumah dan sendal jepit, hehehe. Plat motor merekapun juga sepertinya bukan penduduk Surabaya, yang ber plat (L), tapi kebanyakan ber plat (AG, S, W) dengan satu motor bisa sampai 4 penumpang, maksutnya satu keluarga gitu. tak lama kemudian kita terjebak macet plus gerimis, dan kami memutuskan balilk daripada dikirain ikutan rombongan rekreasi mereka,hihi...  Seberang Perum. Pantai Mentari gak kalah heboh, lahan kosong pun jadi tempat parkir bis, mobil dan motor, pasti tujuan mereka cuma 1, liat air ! kalo airnya kayak di wakatobi sih gak masalah, kenjeran gitu loohh, hehehhe.. Karena saya penduduk lokal agak keki juga sih, niat kami kesana bukan mau joged dangdutan sambil mainan air di Kenjeran, tapi cuma satu kok, beli Cumi ! yang berkunjungpun tak kalah heboh dengan high heels dan wedges mereka, hellloooo.. mau kondangan apa renang? wkwkwkwk (ups), balikpun masih terkena macet, dan macetnya gak tanggung-tanggung. sekitar 2 kilo menuju kenjeran sudah kayak konvoi partai padahal mereka mau rekreasi, gak kebayang deh nanti yang mana lautan air sama lautan manusia saking banyaknya. Yah, namanya juga mau liburan keluarga macetpun tak masalah. dan kami pun terkena macet akibat ikan cumi yang tak tersampaikan :( dan pulanglah kami sambil membatin Cumi oh Cumi

Rabu, 21 Desember 2011

Belajar memahami jadi Tour Guide :D

Setelah ngos-ngosan dan megap-megap karena naik turun lantai 6 dan sebanyak 6x juga saya terpaksa melakukan ritual itu karena gedung yang baru jadi itu masih proses untuk memasang lif :(, saya harus mengorbankan kaki saya untuk membantu teman media demi suksesnya acara seminar Internasional kemaren. Ketika bangun pagi tulang kaki saya berasa remuk redam alias capek bin kesel, hasshh rasanya malas untuk ngantor hari itu juga, masih melenggang malas, tiba2 Mom Masulah mengajak kami (saya, mbak pheni) untuk menemani tamu dari Perth, Australia, Dr. Ian Chalmer yang sempat menjadi pembicara di seminar tersebut, pukul 9 kami ber 4 bersama driver kampus melaju ke Hotel Plasa, sebelah Delta Plasa Surabaya, sekitas 15 menit kita ber ba bi bu, ngobrol ngidul ngalor akhirnya pak Ian dateng stelah 20 menit kita menunggu beliau, ketika Bu Masulah mengajaknya alangkah expresive orang sana ketika merasa senang, yang mengakibatkan kita semua yang berniat mengajaknya ikutan seneng bgt buat nemenin, tujuan pertama adalah House of Sampoerna, salah satu pabrik rokok yang terletak di Surabaya dengan memperkerjakan penduduk sekitar karena masih menggunakan sistem manual, sebelumnya kami melihat-lihat museum HOS yang dipandu oleh Guide dari HOS nya tentang bagaimana House of Sampoerna bisa berdiri 
Guide HOS sedang menjelaskan tentang berdirinya Pabrik Rokok Sampoerna :)
Pak Ian meminta mbk guide, hehehhe.. untuk menggunakan Bahasa Indonesia saja, karena mungkin pak Ian memang paham Bahasa Indonesia. Kata si mbk, House of Sampoerna bahwa Kerajaan bisnis Sampoerna dirintis oleh Liem Seeng Tee pada tahun 1913dengan Handel Maatchapij. Salah satu produknya adalah Dji Sam Soe. Lalu, generasi kedua, yaitu Liem Swie Hwa dan Liem Swie Ling atau Aga Sampoerna (ayah Putera Sampoerna), melanjutkan bisnis keluarga yang sudah berganti nama menjadi PT Hanjaya Mandala Sampoerna (1949). Baru kemudian Putera masuk di tahun 1990. setelah itu kita melihat-lihat museum dan berfoto, giliran untuk mengamati bagaimana karyawan pabrik tersebut bekerja, dan ternyata bener2 Manul, sayangnya disana tidak boleh memotret dengan HP ataupun kamera :(
Koleksi Museum HOS dan sejarah berdirinya pabrik rokok Sampoerna


pas lagi capek2nya kita rehat sejenat di cafe sebelah museum yang msih pada komplek HOS, cafe yang berlambang rokok A itu mempunyai koleksi es cream yang surabaya bangeettt, yup, es puter, yang dimana dulu waktu aku masih kecil banyak penjual keliling, es murah meriah, tapi beda harga lah kalo di cafe satu ini :), pak Ian dan kita semua sangat menikmati es puter, kata pak Ian, habis minum es kita bisa muter2 :D


Es puter khas Surabaya

masih seputar Surabaya, kami menawarkan pak Ian untuk keliling Surabaya menggunakan Bus yang sudah disediakan oleh HOS buat para pungujung Lokal maupun Asing, pukul 1 siang Bus melaju ke Gedung pemuda Surabaya, yang dimana disana kebetulan ada Pameran Pertuakaran pelajar Indonesia German.
Narsis di huruf masing-masing :D
setelah berkeling-keliling dengan rute terakhir adalah rujak yang harganya selangit :(. masih enakan rujak yang deket rumah :p. akhirnya pukul 4 sore kami semua mengantar pak Ian kembali ke Hotel, dan kembali ke kantor dan bergumam, seandainya tiap hari dengan rutinitas yang sama sebagai tour guide, ngomong yang sama, rutenya yang sama betapa boringnya ya mbak :D

-Alfi-

Kamis, 24 November 2011

I Wanna Grow Old With You...


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... 
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu 


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... 
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada...

- Kahlil Gibran -


Kamis, 08 September 2011

Pojok Canda..

Celingak celinguk setelah membuka pintu cafe yang berada di sebelah radio swasta Surabaya, aku menemui 2 sahabatku, si Dita mengangkat kepalanya, aku sedikit mengernyitkan dahi mencoba mengenali dan akhirnya aku tersenyum, sedikit pangling sama anak ini, maklum lama g ketemu, dia lagi ngajak "kodok poninya" :p
sambil nunggu si Artika datang aku masih asik cerita masalah flashback ku ke dia, tak ada habisnya cerita dan ngakak, akhirnya si Artika pun datang dan melihat sekeliling "nih kafe asep rokoknya, fuuuuuhhhh", si Dita nyeletuk, "keluar yuk" akupun ikut laahh mereka meningglkan kaum adam di dalam dengan asap mereka masing2 :p
3 kursi diluar menunggu kita, ceritapun dimulai, ngakak pun dimulai.. cerita mulai hal yang g penting antara orang sunda dan jawa, ampe cerita penting penting masalah pengen kuliah ESDUA guys.. kangen banget cerita ini itu bareng mereka, yang sebelumnya jam 3 sore temen kantor (mbk peny) ngajak nonton, aku ngebet pengen nonton get merit ato kungfu panda tapi si mbak ngajak nonton Di Bawah Lindungan Ka'bah, Whaattt !! sudah kuduga pasti film mewek, ternyata BETUL.. wwahhh walopun g se termehek-mehek mbk peny, mbk waode tapi aku juga mewek :D, ber 8 dari kampus (Aku, Mbk peny, mbk tia, bu yuni, miss linda dan temennya, dan dosen gaulku bu Masulah) berhasil ngabisin tisu nonton pel itu, akh kapan ya nonton get merit ato kungfu panda, ada beberapa planning yang gagal karena emang si kunyil g jadi dateng :(
so far... malam ini aku galau, kegiatan padatku mulai jam 7 ampe jam 10 malam barusan sedikit mengusir rasa sedikit kecewa, tapi ketika pulang aku takut tidur.. sangat Takut 

Senin, 05 September 2011

Tak Tau..

Today I dont feel like doing anything


I just wanna lay in my bed..

itu sih kata si bruno mars, tapi AKU? hasshh.. semalem nih idung jebras jebres mulus, berasa kayak sapi gelonggongan minuuummm, istirahat lima menit, ke kamar mandi, minuuuummm yang banyak, kamar mandi dan tisu melambai lambai, aaarrggg, jam 10, mata masih ketap ketip melihat panasnya kotaku yang tak kunjung mendung *ngimpi* melenggang di kota Surabaya yang sekarang jd crowded, panas, yang mudik dah pada balik woi, maceettt.... tetap semangat menyetir menhampiri rumah sahabatku Dinda :D, hai buk minal minul yee.. seusai cipika cipiki, melancong lagi melanjutkan perjalanan bareng Dinda ke rumah Mbak Peny, dan cipika cipiki lagi **abis lebaran service pipi** ahihi.. bikin salad dan mendengar celotehan keponakan mbk peny, akh badanku masih kerasa pegelnya. teruuusss 2 jam kemudian..... *niru sinetron di tipi*, makasih ya sist, Lagi, cipika cipiki, hihi.. kembali ke rumah dinda dan bercerita dan kok jadi pengen bakso ya, 1 jam nunggu kagak lewat2 ampe krucukan, akhirnya tetep yang menolong pelut kita dikala keroncongan, dan u know.. TUK TUK TUK, "eh apa itu buk, bakso deh kayaknya" aku melongok dikit dengan cuek "akh bukan tuh, siomay", si dinda masih penasaran mengernyitkan matanya sambil bertanya "bakso ya pak? iya ya?".. si tukang membalas "bukan mbaaakkk, saya jualan Tahuwa", hahhaa (kata si bapak), aku tetep penasaran, keluar dan tertampampang tulisan dagangan bapak itu kalo itu "BAKWAN" hahha, mata kita uda sama2 rabun, maklum waktu itu lagi kagak pake penolong kita -kacamata-.. si bapak masih tereak gokil, Tahuwaaaaaaaaaaaa..

hihi kita cuma cekikikan di dalem rumah :D

Rabu, 25 Mei 2011

Starting.. pukul 2 siang kereta gaya baru tujuan Jakarta melaju membawaku dan adikku, yang jelas tujuanku tak ke kota metropolitan itu, ke kota adem ayem Jogja :p.. menikmati perjalanan dengan hawa yang panasnya minta mpun, maklumlaahhh kereta ekonomi, hihi.. di tengah perjalanan pandanganku tertuju pada laki2 kecil usia sekitas 7 tahun di depan mataku, ku pandangi dari atas ampe kebawah, hash! lusuhnya minta ampun.. tapi bukan masalah pakaian lusuhnya yang membuatku tak mau menoleh ke pemandangan lain selain ke anak kecil itu, sebatang rokok yang dihisapnya, GILA!.. logat khas sundanya sudah bisa kutebak dia anak daerah sana lah pokoknya.. akh, apa kata dunia... kupandangi dia balas memandang malu, mematikan rokoknya tapi ulahnya bandelnya minta ampun, tukang nasi bilang kalo anak lusuh nan nakal itu emang hidup di kereta, emmmhh, hanya satu komentarku dalam hati (PANTESAN!!).. dia sampai hapal betul kereta berhenti di mana, di stasiun apa, kenapa kres dengan kereta lain, jam berapa tiba di stasiun, Hapal Betuuullllll (geleng-geleng)...
akh, lama2 risiiiihhh bgt liat pemandangan yang bikin merinding, kalo di ingat2 usia bocah itu sama dengan ponakanku satu2nya..

Pukul 19.45, tepat waktu juga kereta tiba di lempuyangan, My One menjemputku sedangkan adekku mengiringi naik ojek, hehehe.. 2 motor melaju membawa kita ke tempat penginapan di sekitar Malioboro, tepat di belakan Circle K, kita menemukan tempat penginapan dengan tarif yang lumayan MURAH :).. setelah melihat2 kamar, akhirnya My One meninggalkan kita untuk kembali ke kosan, akhirnyaaaa... sampailah buat istirahat, tepat pukul 12 malam adekku terbangun, liat kasur atas ampe bawah, badanku di bolak balik sama dia, sambil setengah terpejam aku bertanya sama dia, "napa??"... dia menjawab dengan kecut, Hotel ini emang Murah dan MURAHAN, masak hotel kok melihara TINGGI...!!!!, hahaha, dalam hati pengen ngakak tapi sebel juga, sampai pagi gantian tingkahku yang tak henti2nya garuk2 sana sini, saranku, hati2 dengan hotel yang di sewa MURAH! ggggggggggrrrrrrrrrrhhhhhhhhhhhh... cuma 2 jam kita tertidur padahal besoknya hari berharga My One buat WISUDA.. ( Congratttsssss :p )


Sebelum berangkat menuju JEC (Jogja Expo Center), pandanganku tertuju pada setiap tulisan di gang dan para penduduknya, bahasa bilingual pada semua petunjuk apapun, bahkan tukang becaknya pun bisa bahasa inggris lancar, waaahhhh... mungkin emang daerah situ centralnya para bule, maklum masih sekitar Malioboro,    salah satu foto yang ku ambil