Sejuta Harap, Sejuta Makna, Sejuta Alam, Aku Bersamamu Indonesiku
Rabu, 21 September 2011
Rabu, 14 September 2011
Diposting oleh
alfi's blog
di
9/14/2011 11:45:00 PM
BACKPACK...... !!! kapan kau datang kembali di kehidupanku ><, kembali menyusun strategi agar bisa membagi waktu antara kerjaan dan liburan.. pengen seperti dulu kemana2 dengan ransel dan converse belel yang setia kemanapun :D
Sekarang, lagi amat sangat kepingin sekali BACKPACKER.. gak tau kemana pokoknya liburan, sudah pusing dengan tuntutan kerja dan kegalauan malam yang sering datang.. jadi inget backpacker tahun lalu bareng sobatku si cempreng waktu di jogja.
![]() |
| Tertidur amat sangat pulas di depan momumen 1 Maret Yogyakarta :p |
Foto itu di ambil oleh si cempreng waktu tertidur di Monumen 1 Maret Yogyakarta, dan ironisnya backpacker waktu tepat tanggalnya dengan tanggal monumen itu :D
![]() |
| Sepatu setia itu.......................... |
Aku akan memakai lagi RANSEL, SEPATU di atas :p, KAMERA kalo ada :D.. kangen mereka :(
Minggu, 11 September 2011
Dear God..
Diposting oleh
alfi's blog
di
9/11/2011 12:25:00 AM
Karena Kau laut, Aku daun
Karena Kau cinta, Aku ruhnya
Kau Zikir, Aku doa, itulah ikhlas karenanya
Kemana kuturut langkah padamu
Diantara kepul debu lusuh hidupku
Kemana kaki meraih misteri Zat-Mu
Kulebur segala rasa dalam rindu suara-Mu
Robbi, biarkan aku jadi milik-Mu
Kurangkai tasbih pengharapan
Mengucurkan tasbih pengharapan
Mengucurkan doa dalam zikir
Membungkus gelap malam
Dihening Tahajjud dan Istighfar
Ya Allah, jadikan aku kekasih-Mu
Ingin kusudahi langkah salah
Menjauh dari segala pengganggu
Menyambut terbit Matahari
Dalam dhuha dan gugam do'a
Merintih, memohon, meminta seiring bergulir air mata
Tuhan, Kuatkanlah aku
Aku bagai orang buta
Meraba hari-hari dalam sunyi mata
Mencium suasana tak berwarna
Betapa nikmat segala karunia
Bukakanlah mata ini Ya Robbi
Menyeberang kapalku ke seberang
Menjemput sekuntum senyum
Menunggu pintu-Mu terbuka
Mencium harum taman surga
Kini... Dengarkanlah do'a dan harapanku, Ya Allah...
Kamis, 08 September 2011
Pojok Canda..
Diposting oleh
alfi's blog
di
9/08/2011 11:56:00 PM
Celingak celinguk setelah membuka pintu cafe yang berada di sebelah radio swasta Surabaya, aku menemui 2 sahabatku, si Dita mengangkat kepalanya, aku sedikit mengernyitkan dahi mencoba mengenali dan akhirnya aku tersenyum, sedikit pangling sama anak ini, maklum lama g ketemu, dia lagi ngajak "kodok poninya" :p
sambil nunggu si Artika datang aku masih asik cerita masalah flashback ku ke dia, tak ada habisnya cerita dan ngakak, akhirnya si Artika pun datang dan melihat sekeliling "nih kafe asep rokoknya, fuuuuuhhhh", si Dita nyeletuk, "keluar yuk" akupun ikut laahh mereka meningglkan kaum adam di dalam dengan asap mereka masing2 :p
3 kursi diluar menunggu kita, ceritapun dimulai, ngakak pun dimulai.. cerita mulai hal yang g penting antara orang sunda dan jawa, ampe cerita penting penting masalah pengen kuliah ESDUA guys.. kangen banget cerita ini itu bareng mereka, yang sebelumnya jam 3 sore temen kantor (mbk peny) ngajak nonton, aku ngebet pengen nonton get merit ato kungfu panda tapi si mbak ngajak nonton Di Bawah Lindungan Ka'bah, Whaattt !! sudah kuduga pasti film mewek, ternyata BETUL.. wwahhh walopun g se termehek-mehek mbk peny, mbk waode tapi aku juga mewek :D, ber 8 dari kampus (Aku, Mbk peny, mbk tia, bu yuni, miss linda dan temennya, dan dosen gaulku bu Masulah) berhasil ngabisin tisu nonton pel itu, akh kapan ya nonton get merit ato kungfu panda, ada beberapa planning yang gagal karena emang si kunyil g jadi dateng :(
so far... malam ini aku galau, kegiatan padatku mulai jam 7 ampe jam 10 malam barusan sedikit mengusir rasa sedikit kecewa, tapi ketika pulang aku takut tidur.. sangat Takut
Senin, 05 September 2011
Tak Tau..
Diposting oleh
alfi's blog
di
9/05/2011 10:29:00 PM
Today I dont feel like doing anything
I just wanna lay in my bed..
I just wanna lay in my bed..
itu sih kata si bruno mars, tapi AKU? hasshh.. semalem nih idung jebras jebres mulus, berasa kayak sapi gelonggongan minuuummm, istirahat lima menit, ke kamar mandi, minuuuummm yang banyak, kamar mandi dan tisu melambai lambai, aaarrggg, jam 10, mata masih ketap ketip melihat panasnya kotaku yang tak kunjung mendung *ngimpi* melenggang di kota Surabaya yang sekarang jd crowded, panas, yang mudik dah pada balik woi, maceettt.... tetap semangat menyetir menhampiri rumah sahabatku Dinda :D, hai buk minal minul yee.. seusai cipika cipiki, melancong lagi melanjutkan perjalanan bareng Dinda ke rumah Mbak Peny, dan cipika cipiki lagi **abis lebaran service pipi** ahihi.. bikin salad dan mendengar celotehan keponakan mbk peny, akh badanku masih kerasa pegelnya. teruuusss 2 jam kemudian..... *niru sinetron di tipi*, makasih ya sist, Lagi, cipika cipiki, hihi.. kembali ke rumah dinda dan bercerita dan kok jadi pengen bakso ya, 1 jam nunggu kagak lewat2 ampe krucukan, akhirnya tetep yang menolong pelut kita dikala keroncongan, dan u know.. TUK TUK TUK, "eh apa itu buk, bakso deh kayaknya" aku melongok dikit dengan cuek "akh bukan tuh, siomay", si dinda masih penasaran mengernyitkan matanya sambil bertanya "bakso ya pak? iya ya?".. si tukang membalas "bukan mbaaakkk, saya jualan Tahuwa", hahhaa (kata si bapak), aku tetep penasaran, keluar dan tertampampang tulisan dagangan bapak itu kalo itu "BAKWAN" hahha, mata kita uda sama2 rabun, maklum waktu itu lagi kagak pake penolong kita -kacamata-.. si bapak masih tereak gokil, Tahuwaaaaaaaaaaaa..
hihi kita cuma cekikikan di dalem rumah :D
Kamis, 21 Juli 2011
Membaca Buku, Mengubah Takdir..
Diposting oleh
alfi's blog
di
7/21/2011 04:01:00 PM
Oleh : Soeparto Brata
Sumber : Jawa Pos, Kamis, 21 Juli 2011
Sumber : Jawa Pos, Kamis, 21 Juli 2011
Hidup sastrawi yang saya maksut adalah putra bangsa, selain mengandalkan kepekaan indrawinya, berbudaya membaca dan menulis buku sebagai kiat hidupnya. Membaca dan menulis buku bukan kodrat. Jadi, harus dilatih, diajar, dibiasakan. Dr. Taufik Ismail yang pada 1996 meneliti di beberapa negara mengatakan bahwa lulusan SMA di Jerman rata-rata membaca 32 judul buku, Belanda 30 buku, Swiss 15 buku, Jepang 15 buku, Singapura 6 buku, Malaysia 6 buku, Brunai 7 buku, sedangkan anak Indonesia 0 buku. Kalau penelitian Taufik Ismail hingga sekarang masih berlangsung (pelajar SMA lulus ujian nasional/unas membaca 0 buku), ramalan saya DSCJ mengalami kegagalan jelas sudah terbayang. Bagaimana pelajar SMA hingga lulus unas tidak membaca sejudul buku pun? Pasti mereka tidak hidup sastrawi. Sebab, pola pendidikan nasional Indonesia tidak memberi kesempatan untuk membudayakan putra bangsa membaca dan menulis buku.
Contoh bahwa orang dewasa (kuasa) Indonesia tidak berbudaya membaca dan menulis bisa dilihat di tempat-tempat umum atau tulisan : Di Jual Motor. Atau tulisan dengan ejaan yang salah Antar Kota Antar propinsi beredar dimana-mana, menandakan bahwa bangsa Indonesia memang tidak berbudaya membaca (buku) dan menulis (buku).
Selain itu, pola pengajaran sekolah Indonesia akhir-akhir ini lebih mengutamakan muatan ilmu. Dari SD diarjakan ilmu banyak-banyak (agar cerdas?) dengan pamrih agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Di SMP juga di ajarkan ilmu banyak-banyak agar bisa melanjutkan sekolah di SMA. Di SMA pelajar juga dibebani ilmu banyak-banyak agar nanti bisa lulus menempuh uas. Muridnya, gurunya, sekolahnya berusaha keras untuk lulus dan bisa melanjutkan sekolah. Kalau tidak, muridnya malu, gurunya malu, sekolahnya malu.
Saya mengalami sekolah pendidikan dasar (SD) zaman Belanda, zaman Jepang, dan zaman perjuangan (1938-1949). Kelas I sampai kelas VI (zaman Belanda) tiap hari diajari buku cerita (sastra). Tidak ada hari sekolah tanpa membaca buku. Di kelas III, jam pelajaran enam kali sehari, kecuali Jumat (tiga kali). Tiap hari masuk kelas, cerita-cerita seperti itu harus dibaca dan ditulis. Pada zaman Jepang, buku bacaan bahasa Jepang belum banyak belum banyak beredar sehingga pelajaran membaca cerita begitu ditulis oleh guru di papan tulis.
Dari situlah bisa diamati, pelajaran utama bersekolah 12 tahun awal umur anak manusia, baik zaman Belanda maupun zaman Jepang, zaman dulu maupun zaman sekarang, adalah membaca-buku-membaca-buku. Membaca buku itu mengubah takdir menjadi nurani lebih bijak. Sudah terbukti sejak Plato, murid Socrates, hidup 470-399 SM mendirikan Akademus dan menulis dan meulis buku Apology yang menceritakan pembelaan Socrates ketika dihukum mati dan pidato-pidato ilmu filsafat Socrates dalam buku Epistles. Dan sudah terbukti bahwa banyak masyarakat Indonesia sekarang yang tidak cerdas dan tidak jujur suka menyalahkan orang lain, munafik, bertindak beringas, membuat onar, mengkritik orang lain hingga orang lain hancur menjadi kegairahan hidup para pengkritik.
Dale Cornegie bilang "Semua orang bodoh bisa mengkritik, mencerca, dan mengeluh - dan hampir semua orang bodoh melakukannya ". Mengapa orang Indonesia masa kini berbuat begitu, seharusnya dirubah ! Diubah seperti negara-negara maju yang lain, yaitu bersekolah 12 tahun digunakan untuk menggembleng putra bangsa berbudaya membaca dan menulis buku.
Senin, 04 Juli 2011
Mbah Dul Manan..
Diposting oleh
alfi's blog
di
7/04/2011 07:38:00 PM
"hai Alfi, Good Morning, Why u at home", hampir tiap hari kata-kata itu menyapa pagiku kala aku mampir ke ibuku untuk berpamitan bekerja.. "eehhmmm.. Im work after this, mbah..".. tersenyum kemudian salim pada beliau, hampir setiap hari rutinitas itu disela2 jam yang mengejarku untuk berangkat kerja yang sering terburu2, kagum melihat sosok Mbah Dul (sapaan orang2), tak seberapa tinggi, usianya sudah sepuh, hampir 10 windu tapi masih luar biasa semangatnya untuk memilih jalan kaki kemana2. kata ibuku dulu beliau militer di luar negeri, entah dimana pokoknya luar negeri, hehhee.. sewaktu ibu bilang kalo aku kuliah jurusan bahasa inggris, sejak itu obrolan kita menggunakan bahasa inggris, walaupun kadang akupun tak mengerti bahasa beliau dan beliaupun kadang pendengerannya kurang peka, kita hanya tertawa seolah paham obrolan panjang kita, hihihi.. pernah suatu hari bertemu beliau di sekitar kampus berjalan sendirian, saya pun mencoba menyapa dan menawari agar beliau bisa saya bonceng di motor saya, tapi beliau menolak dan bilang "Im fine.. jalan kaki saja, lebih sehat, hahaha".. saya hanya tersenyum, padahal panasnya minta ampun siang itu, Tiap hari runitinas beliau joging setelah sholat subuh dan jamaah di masjid seberang rumahnya.. sendirian, anak2nya sudah terbilang sukses di kota lain kata ibuku.. biaya pensiunnya sudah sangat cukup untuk kebutuhan sehari2 dirumah dengan cucu2nya.. akh, Mbah Dul sosok yang dermawan pula, sering memberi orang yang mampu disekitarnya..
Kamis, 30 Juni 2011, 20.00
Sepulang dari kampus setelah mengurusi acara ini itu, di perempatan Jl. Mulyorejo.. kerumunan orang disana sini memenuhi 2 motor hancur, kutoleh kanan dan kiri pun ternyata tak ada korba jiwa, akhirnya saya berlalu dan baru 5 menit sampai rumah adik perempuan saya sms "Ada tabrakan maut di jalan depan, mbah dul yg biasa beli pisang goreng jadi korban, kritis dirumah sakit".. saya cuma diam setelah baca sms itu, tak bisa menangis tapi terus diam, kukasihkan hapeku pada ibuku yang kebetulan di sebelahnku saat itu, sontak beliau kaget dan berkata "Ya Allah, semoga tidak kenapa2", tapi beberapa menit kemuadian adekku sms lagi "darahnya banyak bgt pin, keluar dari telinga, sekarang blm sadar dirumah sakit".. Ya Allah, saya hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi apa2.. saya tetap terdiam dan mengambil nafas panjang, mencoba menenangkan diri dan pikiran, tapi terus berdoa semoga tidak kenapa2 pada si Mbah.. amin..
Jum'at, 1 Juli 2011, 08.00
ada sms dari adek laki2ku "Pin, Mbah Dul meninggal dunia, Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun", lagi2 aku terdiam, tapi aku menangis.. menangis kenapa sosok seperti beliau meninggal dengan tragis, saya tidak bisa membayangkan bagaimana kejadian itu terjadi pada malam itu.. meninggal dalam kecelakaan, ternyata beliau meninggal pada saat menyeberang hendak pulang ke rumah setelah sholat isya' di masjid seberang rumahnya, sampai sekarangpun saya selalu membayangkan kecelakaan itu.. Ya Allah kuatkan hati keluarga dan anak2nya. Semoga Allah memberi tempat terbaik di SisiMu buat beliau, aminnn.. Sapaan setiap pagi itu selalu saya kenang.. Selamat Jalan Mbah Dul..
Langganan:
Postingan (Atom)




